Rabu, 21 November 2012

CONTOH MAKALAH MMP DI KELAS RENDAH



 PEMBELAJARAN MENULIS,MEMBACA PERMULAAN(MMP) DI KELAS RENDAH

disusun untuk memenuhi salah satu tugas kelompok
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar  (S1)
PGSD Universitas Situbondo

Oleh :
Nama Anggota Kelompok:
        Indah puspitasari        :  201110267
        Dewi Aminatus N.F    :  201110251
        Danik oktavia             :  201110269
        Rofi Ferdianti             :  201110258
        Saiful Rochman          :  201110263
        Taufikurrahman         :  201110254

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS ABDURRAHMAN SALEH
2012

KATA PENGANTAR

Bismilahirrohmannirrohim

Segala puji dan syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena dengan izin dan ridho-Nya Makalah  ini dapat terselesaikan dengan baik.
Sholawat dan salam semoga tetap dilimpahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. yang telah membawa kedamaian dan rahmat bagi semesta alam.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas kelompok dari mata Kajian Bahasa Indonesia. Dan terimakasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, dan teman-teman yang ikut serta dalam penysunan  Makalah  yang mengambil judul atau kajian tentang Fonologi“ .
Kami berharap makalah ini sedikit banyak memberikan manfaat khususnya bagi penyusun sendiri umumnya bagi semuanya.
Akhirnya kepada Allah jua penyusun memohon ampun, dan apabila terjadi kesalahan dan kekurangan dalam penyusunan makalah ini kami mohon maaf. Besar harapan kami atas masukan guna perbaikan isi materi dari makalah ini.
Semoga apa yang kami susun bermanfaat.

Amien ya Robal’alamin.

                                                                                                                 Situbondo,07  Oktober  2012

DAFTAR ISI

Halaman Cover.................................................................................................         i
Kata Pengantar.................................................................................................         ii
Daftar Isi ..........................................................................................................        iii
BAB I PENDAHULUAN...............................................................................         1
1.a  Latar Belakang Masalah.................................................................        1
1.b  Rumusan Masalah..........................................................................        1
1.c  Tujuan Penulisan ..........................................................................         2

BAB II PEMBAHASAN................................................................................        3
1.  Metode Membaca Menulis Permulaan............................................        3
2.  Rancangan Pembelajaran Membaca, Menulis Permulaan................         10
3.  Pelaksanaan Pembelajaran Membaca, Menulis Permulaan..............         13

BAB III PENUTUP.........................................................................................       15
1.a  Kesimpulan ...................................................................................       15
1.b  Saran.............................................................................................       16

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................       17

BAB I
PENDAHULUAN

1.a.Latar belakang masalah

Membaca permulaan merupakan tahapan proses belajar membaca bagi siswa sekolah dasar kelas awal.Siswa belajar untuk memperoleh kemampuan dan menguasai teknik-teknik membaca dan menangkap isi bacaan dengan baik.Oleh karena itu guru perlu merancang pembelajaran membaca dengan baik sehingga mampu menumbuhkan kebiasaan membaca sebagai sesuatu yang menyenangkan.Suasana belajar harus dapat di ciptakan melalui kegiatan permainan bahasa dalam pembelajaran membaca.Hal itu sesuai dengan karakteristik anak yang masih senang bermain.Permainan memiliki peran penting dalam perkembangan kognitif dan sosial anak.
Tujuan membaca permulaan di kelas 1 adalah agar”Siswa dapat membaca kata-kata dan kalimat sederhana dengan lancar dan tepat” (Depdikbud,1994/ 1995:4).Kelancaran dan ketepatan anak membaca pada tahap belajar membaca permulaan di pengaruhi oleh keaktifan dan kreativitas guru yang mengajar di kelas 1.Dengan kata lain,guru memegang peranan yang strategis dalam meningkatkan keterampilan membaca siswa.Peranan strategis tersebut menyangkut peran guru sebagai fasilitator,motivator,sumber belajar,dan organisator dalam proses pembelajaran.

1.b.Rumusan masalah
Sehubungan dengan latar belakang tersebut,maka masalahnya akan di rumuskan sebagai berikut yaitu: “Bagaimana proses membaca dan menulis permulaan pada anak SD di kelas rendah?” 

1.c.Tujuan penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
·         Untuk mengetahui proses membaca dan menulis permulaan pada anak SD di kelas rendah.
·         Untuk menyelesaikan salah satu tugas mata kuliah pendidikan bahasa dan sastra  indonesia.

BAB II
PEMBAHASAN

1.Metode membaca,menulis permulaan

1.a. Metode-metode membaca permulaan

Metode adalah cara yang telah teratur dan terpilih secara baik untuk mencapai suatu maksud,cara mengajar (KBB,1984:649).Sedangkan yang di maksud dengan membaca permulaan adalah pengajaran membaca awal yang di berikan kepada siswa kelas 1 dengan tujuan agar siswa terampil membaca serta mengambangkan pengetahuan bahasa dan keterampilan bahasa guna menghadapi kelas berikutnya.
            Dalam pembelajaran membaca permulaan,ada berbagai metode yang dapat di pergunakan,antara lain:

a.Metode eja

            Pembelajaran membaca dan menulis permulaan dengan metode ini memulai pengajarannya dengan memperkenalkan huruf-huruf alpabetis.Huruf-huruf tersebut di hafalkan dan di lafalkan peserta didik sesuai dengan bunyinya menurut abjad.
Contoh:
·         A a,B b,C c,D d,E e
Di lafalkan sebagai a,be,ce,de,e,dan seterusnya.
Setelah melalui tahapan ini,para siswa di ajak untuk berkenalan dengan suku kata dan cara merangkaikan beberapa huruf yang sudah di kenalnya.
Contoh:
·         b,u,k,u
Di lafalkan menjadi buku.
·         k,u,k,u
Di lafalkan menjadi kuku.

            Proses ini seiring dengan menulis permulaan,setelah anak-anak bisa menulis huruf-huruf lepas.Setelah itu di lanjutkan dengan belajar menulis rangkaian huruf  yang berupa suku kata.Proses pembelajaran selanjutnya adalah pengenalan kalimat-kalimat sederhana,misalnya huruf menjadi suku kata,suku kata menjadi kata,dan kata menjadi kalimatyang di upayakan mengikuti prinsip pendekatan spiral,pendekatan komunikatif,dan pendekatan pengalaman berbahasa.Artinya pemilihan bahan ajar untuk pembelajaran MMP hendaknya di mulai dari hal-hal yang konkrit menuju pada hal yang abstrak,yaitu dari hal-hal yang mudah,akrab,familiar dengan kehudupan peserta didik menuju hal-hal yang sulit,dan mungkin merupakan sesuatu yang baru bagi peserta didik.
Kelemahan metode eja antara lain:
·         Kesulitan dalam mengenal rangkaian-rangkaian huruf yang berupa suku kata ataupun kata.
·         Kesulitan pelafalan diftong dan fonem-fonem rangkap,seperti ng,ny,kh,au,oi,dan sebagainya.
Bertolak dari kedua kelemahan tersebut,proses pembelajaran melalui sistem hafalan akan mendominasi proses pembelajaran MMP jenis ini,padahal pendekatan cara belajar siswa aktif (CBSA) merupakan ciri utama dari pelaksanaan kurikulum SD yang saat ini prinsipnya masih berlaku.

b.Metode bunyi

            Proses pembelajaran membaca permulaan pada sistem pelafalan abjad atau huruf dengan metode bunyi adalah:
b di lafalkan/eb/
d di lafalkan/ed/ :di lafalkan dengan e pepet seperti pengucapan pada                 kata:benar,keras,pedas,lemah,dan sebagainya.
c di lafalkan/ec/
           



            Dari penjelasan metode di atas,dapat di simpulkan bahwa pembelajaran MMP melalui metode bunyi adalah bagian dari metode eja.Prinsip dasar dan proses pembelajaran tidak jauh berbeda dengan metode eja atau abjad di atas.Demikian juga dengan kelemahan-kelemahannya,perbedaannya terletak hanya pada cara atau sistem pembacaan atau pelafalan abjad.

c.Metode suku kata dan metode kata

            Proses pembelajaran MMP dengan metode ini di awali dengan pengenalan suku kata seperti:
ba,bi,bu,be,bo,ca,ci,cu,ce,co,
da,di,du,de,do,ka,ki,ku,ke,ko
            Suku-suku kata tersebut kemudian di rangkaikan menjadi kata-kata bermakna.Sebagai contoh,dari daftar suku kata tadi guru dapat membuat berbagai fariasi paduan suku kata menjadi kata-kata bermakna untuk bahan ajar MMP.Kata-kata tadi misalnya:
ba-bi cu-ci da-da ka-ki
ba-bu ca-ci du-da ku-ku
ba-ca ka-ca du-ka ku-da
            Kegiatan ini dapat di lanjutkan dengan proses perangkaian kata menjadi kalimat sederhana.Contoh perangkaian kata menjadi kalimat seperti tampak pada contoh di bawah ini:
ka-ki ku-da
ba-ca bu-ku
cu-ci ka-ki
            Proses perangkaian suku kata menjadi kata,kata menjadi kalimat sederhana,kemudian di tindak lanjuti dengan proses pengupasan atau penguraian bentuk-bentuk tersebut menjadi satuan-satuan bahasa terkecil di bawahnya,yakni dari kalimat ke dalam kata dan dari kata ke dalam suku kata.Proses pembelajaran MMP yang melibatkan merangkai dan mengupas kemudian melahirkan istilah lain yaitu metode rangkai-kupas.
Jika kita simpulkan langkah-langkah pembelajaran denganmetode suku kata adalah:
·         Tahap pertama,pengenalan suku-suku kata
·         Tahap kedua,perangkaian suku-suku kata menjadi kata
·         Tahap ketiga,perangkaian kata menjadi kalimat sederhana
·         Thap keempat,pengintegrasian kegiatan perangkaian dan pengupasan
(kalimatàkata-kataàsuku-suku kata).

d.Metode global

            Metode ini di sebut juga metode kalimat karena alur proses pembelajaran MMP yang di perlihatkan melalui metode ini di awali dengan penyajian beberapa kalimat global untuk membantu pengenalan kalimat biasanya di gunakan gambar.di bawah gambar tersebut di tulis sebuah kalimat yang kira-kira merujuk pada makna gambar tersebut.
Sebagai contoh:
·         Jika kalimat yang di perkanalkan berbunyi “ini nani”,maka gambar yang cocok untuk menyertai kalimat itu adalah gambar seorang anak perempuan.
Setelah anak di perkenalkan dengan beberapa kalimat,barulah proses pembelajaran MMP di mulai.Mula-mula guru mengambil sebuah kalimat dari beberapa kalimat yang di perkenalkan kepada anak pertama kali tadi,kalimat ini di jadikan dasar atau alat untuk pembelajaran MMP.Melalui proses deglobalisasi selanjutnya anak mengalami proses MMP.

e.Metode SAS (struktur analitik sintetik)

            Pembelajaran MMP dengan metode ini mengawali pembelajarannya dengan menampilkan dan memperkenalkan sebuah kalimat utuh.Mula-mula anak si suguhi sebuah struktur yang memberi makna lengkap,yakni struktur kalimat yang bertujuan membangun konsep-konsep kebermaknaan pada diri anak.Selanjutnya melalui proses analitik,anak-anak di ajak untuk mengenal kansep kata.Kalimat utuh yang di jadikan tonggak dasar di uraikan ke dalam satuan-satuan bahasa yang lebih kecil yang di sebut kata.Proses penganalisisan atau penguraian ini terus berlanjut hingga sampai pada wujud satuan bahasa terkecil yang tidak bisa di uraikan lagi,yakni huruf-huruf dengan demikian proses penguraian dan penganalisisan dalam pembelajaran MMP dengan metode SAS meliputi:
·         Kalimat menjadi kata-kata
·         Kata menjadi suku-suku kata,dan
·         Suku kata menjadi huruf-huruf
Pada tahap berikutnya anak-anak di dorong melakukan kerja sintetis (menyimpulkan).Satuan bahasa yang telah terurai di kembalikan lagi kepada satuan semula,yakni dari huruf-huruf menjadi suku kata,dari suku kata menjadi kata,dari kata menjadi kalimat lengkap.Dengan demikian,melalui proses sintetis ini,anak-anak akan menemukan kembali wujud struktur semula,yakni sebuah kalimat utuh.Melihat prosesnya,metode ini merupakan campuran dari metode-metode membaca permulaan seperti yang telah kita bicarakan di atas.Oleh karena itu,penggunaan metode SAS dalam pengajaran MMP pada sekolah-sekolah kita di tingkat sekolah dasar pernah di anjurkan bahwa di wajibkan pemakaiannya oleh pemerintah.Beberapa manfaat yang di anggap sebagai kelebihan metode ini di antaranya sebagai berikut:
·         Metode ini sejalan dengan prinsip linguistik (ilmu bahasa) yang memandang satuan bahasa terkecil yang bermakna untuk berkomunikasi adalah kalimat.Kalimat di bentuk oleh satuan-satuan bahasa di bawahnya,yakni kata,suku kata dan huruf.
·         Metode ini mempertimbangkan pengalaman bahasa anak.Oleh karena itu,pengajaran akan lebih bermakna bagi anak karena bertolak dari sesuatu yang di kenal dan di ketahui anak.Hal ini akan memberikan dampak posotif terhadap daya ingat dan pemahan anak.
·         Metode ini sesuai dengan prinsip inquiri,(menemukan sendiri).Anak mengenal dan memahami sesuatu berdasarkan hasil temuannya sendiri.Dengan begitu anak akan merasa lebih percaya diri atas kemampuannya sendiri.
Penerapan pembelajaran membaca dan menulis permulaan dengan metode ini tampak dapat di amati dalam contoh berikut:
ini mama
i  ni ma ma
i n i m a m a
i ni ma ma
ini mama

Kelemahan metode SAS yaitu:
·         Kurang praktis
·         Membutuhkan banyak waktu
·         Membutuhkan alat peraga

1.b.Metode dan pembelajaran menulis permulaan

a.Metode eja

            Metode eja di dasarkan pada pendekatan harfiah,artinya belajar membaca dan menulis di mulai dari huruf-huruf yang di rangkaikan menjadi suku kata.Oleh karena itu pengajaran di mulai dari pengenalan huruf-huruf.Demikian halnya dengan pengajaran menulis di nilai dari huruf lepas,dengan langkah-langkah sebagai berikut:
·         Menulis huruf lepas
·         Merangkaikan huruf lepas menjadi suku kata
·         Merangkaikan suku kata menjadi kata
·         Menyusun kata menjadi kalimat(Djauzak,1996:4).

b.Metode kata lembaga

Metode kata lembaga di mulai mengajar dengan langkah-langkah sebagai berikut:
·         Mengenalkan kata
·         Merangkaikan kata antar suku kata
·         Menguraikan suku kata atas huruf-hurufnya
·         Menggabungkan huruf menjadi kata(Djauzak,1996:5).

c.Metode global

            Metode global memulai pengajaran membaca dan menulis permulaan dengan membaca kalimat secara utuh yang ada di bawah gambar.Menguraikan kalimat dengan kata-kata, menguraikan kata-kata menjadi suku kata (Djauzak,1996:6).

d.Metode SAS (struktur analitik sintetik)

            Menurut (Supriadi,1996:334-335) pengertian metode SAS adalah suatu pendekatan cerita di sertai dengan gambar yang di dalamnya terkandung unsur analitik sintetik.
            Metode SAS menurut (Djauzak,1996:8) adalah suatu pembelajaran menulis permulaan yang di dasarkan atas pendekatan cerita yakni cara memulai mengajar menulis dengan menampilkan cerita yang di ambil dari dialog siswa dan guru atau siswa dengan siswa.Teknik pelaksanaan pembelajaran metode SAS yakni keterampilan menulis kartu huruf,kartu suku kata,kartu kata,dan kartu kalimat,sementara sebagian siswa mencari huruf,suku kata dan kata,guru dan sebagian siswa menempel kata-kata yang tersusun sehingga menjadi kalimat yang berarti(Subana).
            Proses operasional metode SAS mempunyai langkah-langkah dengan urutan sebagi berikut:
·         Struktur yaitu menampilkan keseluruhan.
·         Analitik yaitu melakukan proses penguraian.
·         Sintetik yaitu melakukan penggalan pada struktur semula.
Demikian langkah-langkah yang dapat di lakukan dalam pembelajaran menulis permulaan dengan metode SAS,sehingga hasil belajar itu benar-benar menghasilkan struktur analitik sintetik (Subana:176).
  
2.Rancangan pembelajaran membaca,menulis permulaan

àHakikat membaca

            Pada hakikatnya membaca ialah kegiatan yang menggunakan mata dengan pikiran.Dalam kegiatan membaca,pembaca memproses informasi dari teks yang di baca untuk memperoleh makna(Vacca,1991:172).Membaca merupakan kegiatan yang di lakukan setiap hari.Dengan membaca kita dapat memperluas pengetahuan yang kita miliki.Oleh karena itu membaca perlu di ajarkan sejak awal pembelajaran di SD.
            (Gibbon,1993)mendefinisikan membaca sebagai proses memperoleh makna dari cetakan.Jadi membaca bukanlah kegiatan yang bersifat pasif dan reseptif saja,tetapi membaca juga di tuntut untuk berfikir mengenai makna yang terkandung dalam bacaan.

1.a. Pengertian membaca permulaan

            Membaca permulaan dalam pengertian ini adalah membaca permulaan dalam teori keterampilan, maksudnya menekankan pada proses penyandian membaca secara mekanikal. Membaca permulaan yang menjadi acuan adalah membaca merupakan proses Recoding dan Decoding (Anderson,1972:209). Membaca merupakan suatu proses yang bersifat fisik dan spikologis. Proses yang bersifat fisik berupa kegiatan mengamati tulisan secara visual dengan indra visual,pembaca mengenali dan membedakan gambar-gambar bunyi serta kombinasinya. Melalui proses Recoding, pembaca mengasosiasikan gambar-gambar bunyi beserta kombinasinya itu dengan bunyi-bunyinya. Dengan proses tersebut, rangkaian tulisan yang di bacanya menjelma menjadi rangkaian bunyi bahasa dalam kombinasi kata, kelompok kata, dan kalimat yang bermakna.
Di samping itu, pembaca mengamati tanda-tanda baca untuk membantu memahami maksud baris-baris tulisan.Proses spikologis berupa kegiatan berfikir dalam mengolah informasi.Melalui proses Decoding,gambar-gambar bunyi dan kombinasinya di identifikasi,di uraikan,kemudian di beri makna.Proses ini melibatkan knowledge of the world dalam skemata yang berupa kategorisasi sejumlah pengetahuan dan pengalaman yang tersimpan dalam gudang ingatan (Syafi’i,1999:7).
Menurut La Barge dan Samuels (Dalam Dawni and Leong,1982:206) proses membaca permulaan melibatkan 3 komponen,yaitu:
·         Visual memory (VM)
·         Phonologikal memory (PM)
·         Semantic memory (SM)
Lambang-lambang fonem tersebut adalah kata,dan kata di bentuk menjadi kaliamat.Proses pembentukan tersebut terjadi pada ketiganya.Pada tingkat VM,huruf,kata dan kalimat terlihat sebagai lambang grafis,sedangkan pada tingkat PM terjadi proses pembunyian lambang.Lambang tersebut juga dalam bentuk kata,dan kalimat.
Proses pada tingkat ini bersumber dari VM dan PM.Akhirnya pada tingkat SM terjadi proses pemahaman terhadap kata dan kalimat.
Pada tingkatan membaca permulaan, pembaca belum memiliki keterampilan kemampuan membaca yang sesungguhnya, tetapi masih dalam tahap belajar untuk memperoleh keterampilan atau kemampuan membaca.
Membaca pada tingkatan ini merupakan kegiatan belajar mengenal bahasa tulis.Melalui tulisan itulah siswa di tuntut dapat menyuarakan lambang-lambang bunyi bahasa tersebut,untuk memperoleh kemampuan membaca di perlukan 3 syarat,yaitu:
·         Kemampuan membunyikan lambang-lambang tulis.
·         Penguasaan kosa kata untuk memberi arti.
·         Memasukkan makna dalam kemahiran bahasa.
Membaca permulaan merupakan suatu proses keterampilan dan kognitif.Proses keterampilan menunjuk pada pengenalan dan penguasaan lambang-lambang fonem,sedangkan proses kognitif menunjuk pada penggunaan lambang-lambang fonem yang sudah di kenal untuk memahami makna suatu kata atau kalimat.

1.b. Pembelajaran membaca permulaan

            Pembelajaran membaca permulaan di berikan di kelas 1 dan 2.Tujuannya adalah agar siswa memiliki kemampuan memahami dan menyuarakan tulisan dengan intonasi yang wajar,sebagai dasar untuk dapat membaca lanjut (Akhadiah,1991/1992:31).Pembelajaran membaca permulaan merupakan tingkatan proses pembelajaran membaca untuk menguasai sistem tulisan sebagai representasi visual bahasa.Tingkatan ini sering di sebut dengan tingkatan belajar membaca (Learning to read).Membaca lanjut merupakan tingkatan proses penguasaan membaca untuk memperoleh isi pesan yang terkandung dalam tulisan.Tingkatan ini di sebut sebagai membaca untuk belajar (Reading to learn).Kedua tingkatan tersebut bersifat kontinum,artinya pada tingkatan membaca permulaan yang fokus kegiatannya penguasaan sistem tulisan,telah di mulai pula pembelajaran membaca lanjut dengan pemahaman walaupun terbatas.Demikian juga pada membaca lanjut menekankan pada pemahaman isi bacaan,masih perlu perbaikan dan penyempurnaan penguasaan teknik membaca permulaan (Syafi’i,1999:16).

1.c. Pengertian menulis permulaan

            Menulis adalah melahirkan pikiran atau gagasan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan (Kamus besar bahasa indonesia, 1993:968) Menurut pengertian ini menulis merupakan hasil,yaitu melahirkan pikiran dalam perasaan ke dalam tulisan. Menulis atau mengarang adalah proses menggambarkan suatu bahasa sehingga pesan yang di sampaikan penulis dapat di pahami pembaca (Tarigan,1986:21).
            Dari pengertian menulis tersebut di atas dapat di simpulkan bahwa menulis adalah proses mengungkapkan gagasan, pikiran dan perasaan dalam bentuk tulisan.

3.a.Pelaksanaan pembelajaran membaca,menulis permulaan

            Pada bagian ini kita akan berlatih bagaimana melaksanakan pembelajaran membaca dan menulis permulaan dalam kegiatan belajar mengajar di dalam kelas dengan mengambil salah satu metode tertentu.Yang perlu kita pahami adalah konsep-konsep pokok,langkah-langkah pembelajaran membaca dan menulis permulaan yang berlandasan pada penggunaan metode membaca dan menulis permulaan tertentu.
            Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar membaca dan menulis permulaan ini terbagi ke dalam 2 tahapan sebagai berikut:
1.Pembelajaran tanpa buku
2.Pembelajaran dengan menggunakan buku

àLangkah-langkah pembelajaran MMP tanpa buku yaitu:
·         Menunjukkan gambar
·         Menceritakan gambar
·         Siswa bercerita dengan bahasa sendiri
·         Memperkenalkan bentuk-bentuk huruf (tulisan)melalui bantuan gambar
·         Membaca tulisan bergambar
·         Membaca tulisan tanpa gambar
·         Memperkenalkan huruf,suku kata,kata atau kalimat dengan bantuan kartu
Demikianlah model-model alternatif pengajaran membaca permulaan tanpa buku.

àLangkah-langkah pembelajaran MMP dengan menggunakan buku yaitu:
·         Membaca buku pelajaran atau paket
·         Membaca buku atau majalah anak yang sudah terpilih
·         Membaca bacaan susunan bersama guru dan siswa
·         Membaca bacaan susunan siswa(kelompok perseorangan)



àLangkah-langkah pembelajaran menulis permulaan
·         Pengenalan huruf
Kegiatan ini di lakukan bersamaan dengan kegiatan pembelajaran membaca permulaan.Penekanan pembelajaran di arahkan pada pengenalan bentuk tulisan serta pelafalannya dengan benar.Fungsi pengenalan ini di maksudkan untuk melatih indra siswa dalam mengenal dan membedakan bentuk dan lambang-lambang tulisan.
·         Latihan
Ada beberapa bentuk latihan menulis permulaan yang dapat kita lakukan seperti:
-Latihan memegang pensil dan duduk dengan sikap dan posisi yang benar
-Latihan gerakan tangan
-Latihan mengeblat
-Latihan menatap bentuk tulisan
-Latihan menulis halus indah
-Latihan dikte
-Latihan melengkapi tulisan.

Demikianlah langkah-langkah pembelajaran MMP dengan menggunakan buku dan cara berbagai macam latihan yang dapat di lakukan oleh para siswa.

BAB III
PENUTUP

1.a.Kesimpulan
            Membaca merupakan suatu proses yang bersifat fisik dan spikologis.Proses yang bersifat fisik berupa kegiatan mengamati tulisan secara visual.Dengan indra visual,pembaca mengenali dan membedakan gambar-gambar bunyi beserta kombinasinya.Sedangkan menulis adalah proses mengungkapkan gagasan,pikiran dan perasaan dalam bentuk tulisan.

Dalam membaca permulaan ada 6 metode yang dapat di pergunakan,antara lain:
·         Metode abjad
·         Metode bunyi
·         Metode kupas rangkai suku kata
·         Metode tata lembaga
·         Metode global
·         Metode SAS

Sedangkan dalam metode menulis permulaan ada 4 metode yang dapat di terapkan,antara lain:
·         Metode eja
·         Metode kata lembaga
·         Metode global
·         Metode SAS

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar membaca dan menulis permulaan ini terbagi ke dalam 2 tahapan sebagai berikut:
·         Pembelajaran tanpa buku
·         Pembelajaran dengan menggunakan buku

1.b.Saran

            Hasil penulisan ini di harapkan dapat memberikan sumbangan dalam upaya meningkatkan mutu proses pembelajaran membaca dan menulis permulaan di kelas rendah.

DAFTAR PUSTAKA




2 komentar:

  1. Play Baccarat in Online Poker for Real Money at The Graton
    The online casino choegocasino offers both beginners and pros, so you'll enjoy a real 바카라 사이트 cash casino experience that you'll find at online casinos where septcasino you can play with

    BalasHapus