PEMBELAJARAN
MENULIS,MEMBACA PERMULAAN(MMP) DI KELAS RENDAH
disusun untuk memenuhi salah satu tugas kelompok
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (S1)
PGSD Universitas Situbondo
Oleh :
Nama Anggota Kelompok:
Indah puspitasari : 201110267
Dewi Aminatus N.F : 201110251
Danik oktavia : 201110269
Rofi Ferdianti : 201110258
Saiful Rochman : 201110263
Taufikurrahman : 201110254
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
ABDURRAHMAN SALEH
2012
KATA PENGANTAR
Bismilahirrohmannirrohim
Segala puji dan syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah
SWT. Karena dengan izin dan ridho-Nya Makalah
ini dapat terselesaikan dengan baik.
Sholawat dan salam semoga tetap dilimpahkan kepada junjungan
Nabi Muhammad SAW. yang telah membawa kedamaian dan rahmat bagi semesta alam.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas kelompok dari mata Kajian Bahasa
Indonesia. Dan terimakasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah
memberikan dukungan, dan teman-teman yang ikut serta dalam penysunan Makalah
yang mengambil judul atau kajian tentang “Fonologi“ .
Kami berharap makalah ini sedikit banyak memberikan manfaat
khususnya bagi penyusun sendiri umumnya bagi semuanya.
Akhirnya kepada Allah jua penyusun memohon ampun, dan apabila
terjadi kesalahan dan kekurangan dalam penyusunan makalah ini kami mohon maaf.
Besar harapan kami atas masukan guna perbaikan isi materi dari makalah ini.
Semoga apa yang kami susun bermanfaat.
Amien ya Robal’alamin.
Situbondo,07 Oktober
2012
DAFTAR ISI
Halaman
Cover................................................................................................. i
Kata
Pengantar................................................................................................. ii
Daftar
Isi .......................................................................................................... iii
BAB
I PENDAHULUAN............................................................................... 1
1.a Latar Belakang Masalah................................................................. 1
1.b Rumusan Masalah.......................................................................... 1
1.c Tujuan Penulisan .......................................................................... 2
BAB
II PEMBAHASAN................................................................................ 3
1. Metode Membaca Menulis Permulaan............................................ 3
2. Rancangan Pembelajaran Membaca, Menulis
Permulaan................ 10
3. Pelaksanaan Pembelajaran Membaca, Menulis
Permulaan.............. 13
BAB
III PENUTUP......................................................................................... 15
1.a Kesimpulan ................................................................................... 15
1.b Saran............................................................................................. 16
DAFTAR
PUSTAKA...................................................................................... 17
BAB I
PENDAHULUAN
1.a.Latar belakang masalah
Membaca permulaan merupakan
tahapan proses belajar membaca bagi siswa sekolah dasar kelas awal.Siswa
belajar untuk memperoleh kemampuan dan menguasai teknik-teknik membaca dan
menangkap isi bacaan dengan baik.Oleh karena itu guru perlu merancang
pembelajaran membaca dengan baik sehingga mampu menumbuhkan kebiasaan membaca
sebagai sesuatu yang menyenangkan.Suasana belajar harus dapat di ciptakan
melalui kegiatan permainan bahasa dalam pembelajaran membaca.Hal itu sesuai
dengan karakteristik anak yang masih senang bermain.Permainan memiliki peran
penting dalam perkembangan kognitif dan sosial anak.
Tujuan membaca permulaan di
kelas 1 adalah agar”Siswa dapat membaca kata-kata dan kalimat sederhana dengan
lancar dan tepat” (Depdikbud,1994/ 1995:4).Kelancaran dan ketepatan anak membaca pada
tahap belajar membaca permulaan di pengaruhi oleh keaktifan dan kreativitas
guru yang mengajar di kelas 1.Dengan kata lain,guru memegang peranan yang
strategis dalam meningkatkan keterampilan membaca siswa.Peranan strategis
tersebut menyangkut peran guru sebagai fasilitator,motivator,sumber belajar,dan
organisator dalam proses pembelajaran.
1.b.Rumusan masalah
Sehubungan dengan latar
belakang tersebut,maka masalahnya akan di rumuskan sebagai berikut yaitu: “Bagaimana
proses membaca dan menulis permulaan pada anak SD di kelas rendah?”
1.c.Tujuan penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
·
Untuk
mengetahui proses membaca dan menulis permulaan pada anak SD di kelas rendah.
·
Untuk
menyelesaikan salah satu tugas mata kuliah pendidikan bahasa dan sastra indonesia.
BAB II
PEMBAHASAN
1.Metode membaca,menulis
permulaan
1.a. Metode-metode membaca permulaan
Metode adalah cara yang telah
teratur dan terpilih secara baik untuk mencapai suatu maksud,cara mengajar
(KBB,1984:649).Sedangkan yang di maksud dengan membaca permulaan adalah
pengajaran membaca awal yang di berikan kepada siswa kelas 1 dengan tujuan agar
siswa terampil membaca serta mengambangkan pengetahuan bahasa dan keterampilan
bahasa guna menghadapi kelas berikutnya.
Dalam pembelajaran membaca
permulaan,ada berbagai metode yang dapat di pergunakan,antara lain:
a.Metode eja
Pembelajaran
membaca dan menulis permulaan dengan metode ini memulai pengajarannya dengan
memperkenalkan huruf-huruf alpabetis.Huruf-huruf tersebut di hafalkan dan di
lafalkan peserta didik sesuai dengan bunyinya menurut abjad.
Contoh:
·
A a,B
b,C c,D d,E e
Di lafalkan sebagai a,be,ce,de,e,dan seterusnya.
Setelah melalui tahapan ini,para siswa di ajak
untuk berkenalan dengan suku kata dan cara merangkaikan beberapa huruf yang
sudah di kenalnya.
Contoh:
·
b,u,k,u
Di lafalkan menjadi buku.
·
k,u,k,u
Di lafalkan menjadi kuku.
Proses
ini seiring dengan menulis permulaan,setelah anak-anak bisa menulis huruf-huruf
lepas.Setelah itu di lanjutkan dengan belajar menulis rangkaian huruf yang berupa suku kata.Proses pembelajaran
selanjutnya adalah pengenalan kalimat-kalimat sederhana,misalnya huruf menjadi
suku kata,suku kata menjadi kata,dan kata menjadi kalimatyang di upayakan
mengikuti prinsip pendekatan spiral,pendekatan komunikatif,dan pendekatan
pengalaman berbahasa.Artinya pemilihan bahan ajar untuk pembelajaran MMP
hendaknya di mulai dari hal-hal yang konkrit menuju pada hal yang abstrak,yaitu
dari hal-hal yang mudah,akrab,familiar dengan kehudupan peserta didik menuju
hal-hal yang sulit,dan mungkin merupakan sesuatu yang baru bagi peserta didik.
Kelemahan metode eja antara lain:
·
Kesulitan
dalam mengenal rangkaian-rangkaian huruf yang berupa suku kata ataupun kata.
·
Kesulitan
pelafalan diftong dan fonem-fonem rangkap,seperti ng,ny,kh,au,oi,dan
sebagainya.
Bertolak dari kedua kelemahan
tersebut,proses pembelajaran melalui sistem hafalan akan mendominasi proses
pembelajaran MMP jenis ini,padahal pendekatan cara belajar siswa aktif (CBSA)
merupakan ciri utama dari pelaksanaan kurikulum SD yang saat ini prinsipnya
masih berlaku.
b.Metode bunyi
Proses
pembelajaran membaca permulaan pada sistem pelafalan abjad atau huruf dengan metode
bunyi adalah:
b di lafalkan/eb/
d di lafalkan/ed/ :di lafalkan dengan e pepet
seperti pengucapan pada
kata:benar,keras,pedas,lemah,dan sebagainya.
c di lafalkan/ec/
Dari penjelasan metode di atas,dapat di simpulkan bahwa pembelajaran MMP
melalui metode bunyi adalah bagian dari metode eja.Prinsip dasar dan proses
pembelajaran tidak jauh berbeda dengan metode eja atau abjad di atas.Demikian
juga dengan kelemahan-kelemahannya,perbedaannya terletak hanya pada cara atau
sistem pembacaan atau pelafalan abjad.
c.Metode suku kata dan metode kata
Proses
pembelajaran MMP dengan metode ini di awali dengan pengenalan suku kata seperti:
ba,bi,bu,be,bo,ca,ci,cu,ce,co,
da,di,du,de,do,ka,ki,ku,ke,ko
Suku-suku
kata tersebut kemudian di rangkaikan menjadi kata-kata bermakna.Sebagai
contoh,dari daftar suku kata tadi guru dapat membuat berbagai fariasi paduan
suku kata menjadi kata-kata bermakna untuk bahan ajar MMP.Kata-kata tadi
misalnya:
ba-bi cu-ci da-da ka-ki
ba-bu ca-ci du-da ku-ku
ba-ca ka-ca du-ka ku-da
Kegiatan
ini dapat di lanjutkan dengan proses perangkaian kata menjadi kalimat
sederhana.Contoh perangkaian kata menjadi kalimat seperti tampak pada contoh di
bawah ini:
ka-ki ku-da
ba-ca bu-ku
cu-ci ka-ki
Proses
perangkaian suku kata menjadi kata,kata menjadi kalimat sederhana,kemudian di
tindak lanjuti dengan proses pengupasan atau penguraian bentuk-bentuk tersebut
menjadi satuan-satuan bahasa terkecil di bawahnya,yakni dari kalimat ke dalam
kata dan dari kata ke dalam suku kata.Proses pembelajaran MMP yang melibatkan
merangkai dan mengupas kemudian melahirkan istilah lain yaitu metode
rangkai-kupas.
Jika kita simpulkan langkah-langkah pembelajaran
denganmetode suku kata adalah:
·
Tahap
pertama,pengenalan suku-suku kata
·
Tahap
kedua,perangkaian suku-suku kata menjadi kata
·
Tahap
ketiga,perangkaian kata menjadi kalimat sederhana
·
Thap
keempat,pengintegrasian kegiatan perangkaian dan pengupasan
(kalimatàkata-kataàsuku-suku kata).
d.Metode global
Metode
ini di sebut juga metode kalimat karena alur proses pembelajaran MMP yang di
perlihatkan melalui metode ini di awali dengan penyajian beberapa kalimat
global untuk membantu pengenalan kalimat biasanya di gunakan gambar.di bawah
gambar tersebut di tulis sebuah kalimat yang kira-kira merujuk pada makna
gambar tersebut.
Sebagai contoh:
·
Jika
kalimat yang di perkanalkan berbunyi “ini nani”,maka gambar yang cocok untuk
menyertai kalimat itu adalah gambar seorang anak perempuan.
Setelah anak di perkenalkan
dengan beberapa kalimat,barulah proses pembelajaran MMP di mulai.Mula-mula guru
mengambil sebuah kalimat dari beberapa kalimat yang di perkenalkan kepada anak
pertama kali tadi,kalimat ini di jadikan dasar atau alat untuk pembelajaran
MMP.Melalui proses deglobalisasi selanjutnya anak mengalami proses MMP.
e.Metode SAS (struktur analitik sintetik)
Pembelajaran
MMP dengan metode ini mengawali pembelajarannya dengan menampilkan dan
memperkenalkan sebuah kalimat utuh.Mula-mula anak si suguhi sebuah struktur
yang memberi makna lengkap,yakni struktur kalimat yang bertujuan membangun
konsep-konsep kebermaknaan pada diri anak.Selanjutnya melalui proses
analitik,anak-anak di ajak untuk mengenal kansep kata.Kalimat utuh yang di
jadikan tonggak dasar di uraikan ke dalam satuan-satuan bahasa yang lebih kecil
yang di sebut kata.Proses penganalisisan atau penguraian ini terus berlanjut
hingga sampai pada wujud satuan bahasa terkecil yang tidak bisa di uraikan
lagi,yakni huruf-huruf dengan demikian proses penguraian dan penganalisisan
dalam pembelajaran MMP dengan metode SAS meliputi:
·
Kalimat
menjadi kata-kata
·
Kata
menjadi suku-suku kata,dan
·
Suku
kata menjadi huruf-huruf
Pada tahap berikutnya
anak-anak di dorong melakukan kerja sintetis (menyimpulkan).Satuan bahasa yang
telah terurai di kembalikan lagi kepada satuan semula,yakni dari huruf-huruf
menjadi suku kata,dari suku kata menjadi kata,dari kata menjadi kalimat
lengkap.Dengan demikian,melalui proses sintetis ini,anak-anak akan menemukan
kembali wujud struktur semula,yakni sebuah kalimat utuh.Melihat prosesnya,metode
ini merupakan campuran dari metode-metode membaca permulaan seperti yang telah
kita bicarakan di atas.Oleh karena itu,penggunaan metode SAS dalam pengajaran
MMP pada sekolah-sekolah kita di tingkat sekolah dasar pernah di anjurkan bahwa
di wajibkan pemakaiannya oleh pemerintah.Beberapa manfaat yang di anggap
sebagai kelebihan metode ini di antaranya sebagai berikut:
·
Metode
ini sejalan dengan prinsip linguistik (ilmu bahasa) yang memandang satuan
bahasa terkecil yang bermakna untuk berkomunikasi adalah kalimat.Kalimat di
bentuk oleh satuan-satuan bahasa di bawahnya,yakni kata,suku kata dan huruf.
·
Metode
ini mempertimbangkan pengalaman bahasa anak.Oleh karena itu,pengajaran akan
lebih bermakna bagi anak karena bertolak dari sesuatu yang di kenal dan di
ketahui anak.Hal ini akan memberikan dampak posotif terhadap daya ingat dan
pemahan anak.
·
Metode
ini sesuai dengan prinsip inquiri,(menemukan sendiri).Anak mengenal dan
memahami sesuatu berdasarkan hasil temuannya sendiri.Dengan begitu anak akan
merasa lebih percaya diri atas kemampuannya sendiri.
Penerapan pembelajaran membaca
dan menulis permulaan dengan metode ini tampak dapat di amati dalam contoh
berikut:
ini mama
i ni ma ma
i n i m a m a
i ni ma ma
ini mama
Kelemahan metode SAS yaitu:
·
Kurang
praktis
·
Membutuhkan
banyak waktu
·
Membutuhkan
alat peraga
1.b.Metode dan pembelajaran menulis permulaan
a.Metode eja
Metode
eja di dasarkan pada pendekatan harfiah,artinya belajar membaca dan menulis di
mulai dari huruf-huruf yang di rangkaikan menjadi suku kata.Oleh karena itu
pengajaran di mulai dari pengenalan huruf-huruf.Demikian halnya dengan
pengajaran menulis di nilai dari huruf lepas,dengan langkah-langkah sebagai
berikut:
·
Menulis
huruf lepas
·
Merangkaikan
huruf lepas menjadi suku kata
·
Merangkaikan
suku kata menjadi kata
·
Menyusun
kata menjadi kalimat(Djauzak,1996:4).
b.Metode kata lembaga
Metode kata lembaga di mulai mengajar dengan
langkah-langkah sebagai berikut:
·
Mengenalkan
kata
·
Merangkaikan
kata antar suku kata
·
Menguraikan
suku kata atas huruf-hurufnya
·
Menggabungkan
huruf menjadi kata(Djauzak,1996:5).
c.Metode global
Metode
global memulai pengajaran membaca dan menulis permulaan dengan membaca kalimat
secara utuh yang ada di bawah gambar.Menguraikan kalimat dengan kata-kata, menguraikan kata-kata
menjadi suku kata (Djauzak,1996:6).
d.Metode SAS (struktur analitik sintetik)
Menurut
(Supriadi,1996:334-335) pengertian metode SAS adalah suatu pendekatan cerita di
sertai dengan gambar yang di dalamnya terkandung unsur analitik sintetik.
Metode
SAS menurut (Djauzak,1996:8) adalah suatu pembelajaran menulis permulaan yang
di dasarkan atas pendekatan cerita yakni cara memulai mengajar menulis dengan
menampilkan cerita yang di ambil dari dialog siswa dan guru atau siswa dengan
siswa.Teknik pelaksanaan pembelajaran metode SAS yakni keterampilan menulis
kartu huruf,kartu suku kata,kartu kata,dan kartu kalimat,sementara sebagian
siswa mencari huruf,suku kata dan kata,guru dan sebagian siswa menempel
kata-kata yang tersusun sehingga menjadi kalimat yang berarti(Subana).
Proses
operasional metode SAS mempunyai langkah-langkah dengan urutan sebagi berikut:
·
Struktur
yaitu menampilkan keseluruhan.
·
Analitik
yaitu melakukan proses penguraian.
·
Sintetik
yaitu melakukan penggalan pada struktur semula.
Demikian langkah-langkah yang
dapat di lakukan dalam pembelajaran menulis permulaan dengan metode
SAS,sehingga hasil belajar itu benar-benar menghasilkan struktur analitik
sintetik (Subana:176).
2.Rancangan pembelajaran membaca,menulis permulaan
àHakikat membaca
Pada
hakikatnya membaca ialah kegiatan yang menggunakan mata dengan pikiran.Dalam
kegiatan membaca,pembaca memproses informasi dari teks yang di baca untuk
memperoleh makna(Vacca,1991:172).Membaca merupakan kegiatan yang di lakukan
setiap hari.Dengan membaca kita dapat memperluas pengetahuan yang kita
miliki.Oleh karena itu membaca perlu di ajarkan sejak awal pembelajaran di SD.
(Gibbon,1993)mendefinisikan
membaca sebagai proses memperoleh makna dari cetakan.Jadi membaca bukanlah
kegiatan yang bersifat pasif dan reseptif saja,tetapi membaca juga di tuntut
untuk berfikir mengenai makna yang terkandung dalam bacaan.
1.a. Pengertian membaca permulaan
Membaca
permulaan dalam pengertian ini adalah membaca permulaan dalam teori
keterampilan, maksudnya menekankan pada proses penyandian membaca secara mekanikal. Membaca permulaan
yang menjadi acuan adalah membaca merupakan proses Recoding dan Decoding (Anderson,1972:209). Membaca merupakan
suatu proses yang bersifat fisik dan spikologis. Proses yang bersifat fisik berupa kegiatan
mengamati tulisan secara visual dengan indra visual,pembaca mengenali dan
membedakan gambar-gambar bunyi serta kombinasinya. Melalui proses Recoding, pembaca mengasosiasikan gambar-gambar bunyi
beserta kombinasinya itu dengan bunyi-bunyinya. Dengan proses tersebut, rangkaian tulisan
yang di bacanya menjelma menjadi rangkaian bunyi bahasa dalam kombinasi kata, kelompok kata, dan kalimat yang
bermakna.
Di samping itu, pembaca mengamati
tanda-tanda baca untuk membantu memahami maksud baris-baris tulisan.Proses
spikologis berupa kegiatan berfikir dalam mengolah informasi.Melalui proses Decoding,gambar-gambar bunyi dan
kombinasinya di identifikasi,di uraikan,kemudian di beri makna.Proses ini
melibatkan knowledge of the world dalam skemata yang berupa kategorisasi
sejumlah pengetahuan dan pengalaman yang tersimpan dalam gudang ingatan
(Syafi’i,1999:7).
Menurut La Barge dan Samuels
(Dalam Dawni and Leong,1982:206) proses membaca permulaan melibatkan 3
komponen,yaitu:
·
Visual
memory (VM)
·
Phonologikal
memory (PM)
·
Semantic
memory (SM)
Lambang-lambang fonem tersebut
adalah kata,dan kata di bentuk menjadi kaliamat.Proses pembentukan tersebut
terjadi pada ketiganya.Pada tingkat VM,huruf,kata dan kalimat terlihat sebagai
lambang grafis,sedangkan pada tingkat PM terjadi proses pembunyian
lambang.Lambang tersebut juga dalam bentuk kata,dan kalimat.
Proses pada tingkat ini
bersumber dari VM dan PM.Akhirnya pada tingkat SM terjadi proses pemahaman
terhadap kata dan kalimat.
Pada tingkatan membaca permulaan, pembaca belum
memiliki keterampilan kemampuan membaca yang sesungguhnya,
tetapi masih dalam tahap
belajar untuk memperoleh keterampilan atau kemampuan membaca.
Membaca pada tingkatan ini
merupakan kegiatan belajar mengenal bahasa tulis.Melalui tulisan itulah siswa
di tuntut dapat menyuarakan lambang-lambang bunyi bahasa tersebut,untuk
memperoleh kemampuan membaca di perlukan 3 syarat,yaitu:
·
Kemampuan
membunyikan lambang-lambang tulis.
·
Penguasaan
kosa kata untuk memberi arti.
·
Memasukkan
makna dalam kemahiran bahasa.
Membaca permulaan merupakan
suatu proses keterampilan dan kognitif.Proses keterampilan menunjuk pada
pengenalan dan penguasaan lambang-lambang fonem,sedangkan proses kognitif
menunjuk pada penggunaan lambang-lambang fonem yang sudah di kenal untuk
memahami makna suatu kata atau kalimat.
1.b. Pembelajaran membaca permulaan
Pembelajaran
membaca permulaan di berikan di kelas 1 dan 2.Tujuannya adalah agar siswa
memiliki kemampuan memahami dan menyuarakan tulisan dengan intonasi yang
wajar,sebagai dasar untuk dapat membaca lanjut
(Akhadiah,1991/1992:31).Pembelajaran membaca permulaan merupakan tingkatan
proses pembelajaran membaca untuk menguasai sistem tulisan sebagai representasi
visual bahasa.Tingkatan ini sering di sebut dengan tingkatan belajar membaca (Learning to read).Membaca lanjut
merupakan tingkatan proses penguasaan membaca untuk memperoleh isi pesan yang
terkandung dalam tulisan.Tingkatan ini di sebut sebagai membaca untuk belajar (Reading to learn).Kedua tingkatan
tersebut bersifat kontinum,artinya pada tingkatan membaca permulaan yang fokus
kegiatannya penguasaan sistem tulisan,telah di mulai pula pembelajaran membaca
lanjut dengan pemahaman walaupun terbatas.Demikian juga pada membaca lanjut
menekankan pada pemahaman isi bacaan,masih perlu perbaikan dan penyempurnaan
penguasaan teknik membaca permulaan (Syafi’i,1999:16).
1.c. Pengertian menulis permulaan
Menulis
adalah melahirkan pikiran atau gagasan (seperti mengarang,
membuat surat) dengan tulisan
(Kamus besar bahasa indonesia, 1993:968) Menurut pengertian ini menulis merupakan
hasil,yaitu melahirkan pikiran dalam perasaan ke dalam tulisan. Menulis atau
mengarang adalah proses menggambarkan suatu bahasa sehingga pesan yang di
sampaikan penulis dapat di pahami pembaca (Tarigan,1986:21).
Dari
pengertian menulis tersebut di atas dapat di simpulkan bahwa menulis adalah
proses mengungkapkan gagasan, pikiran dan perasaan dalam bentuk tulisan.
3.a.Pelaksanaan pembelajaran membaca,menulis permulaan
Pada
bagian ini kita akan berlatih bagaimana melaksanakan pembelajaran membaca dan
menulis permulaan dalam kegiatan belajar mengajar di dalam kelas dengan
mengambil salah satu metode tertentu.Yang perlu kita pahami adalah
konsep-konsep pokok,langkah-langkah pembelajaran membaca dan menulis permulaan
yang berlandasan pada penggunaan metode membaca dan menulis permulaan tertentu.
Pelaksanaan
kegiatan belajar mengajar membaca dan menulis permulaan ini terbagi ke dalam 2
tahapan sebagai berikut:
1.Pembelajaran tanpa buku
2.Pembelajaran dengan menggunakan buku
àLangkah-langkah pembelajaran MMP tanpa buku yaitu:
·
Menunjukkan
gambar
·
Menceritakan
gambar
·
Siswa
bercerita dengan bahasa sendiri
·
Memperkenalkan
bentuk-bentuk huruf (tulisan)melalui bantuan gambar
·
Membaca
tulisan bergambar
·
Membaca
tulisan tanpa gambar
·
Memperkenalkan
huruf,suku kata,kata atau kalimat dengan bantuan kartu
Demikianlah model-model alternatif pengajaran
membaca permulaan tanpa buku.
àLangkah-langkah pembelajaran MMP dengan
menggunakan buku yaitu:
·
Membaca
buku pelajaran atau paket
·
Membaca
buku atau majalah anak yang sudah terpilih
·
Membaca
bacaan susunan bersama guru dan siswa
·
Membaca
bacaan susunan siswa(kelompok perseorangan)
àLangkah-langkah pembelajaran menulis permulaan
·
Pengenalan
huruf
Kegiatan ini di lakukan bersamaan dengan
kegiatan pembelajaran membaca permulaan.Penekanan pembelajaran di arahkan pada
pengenalan bentuk tulisan serta pelafalannya dengan benar.Fungsi pengenalan ini
di maksudkan untuk melatih indra siswa dalam mengenal dan membedakan bentuk dan
lambang-lambang tulisan.
·
Latihan
Ada beberapa bentuk latihan menulis
permulaan yang dapat kita lakukan seperti:
-Latihan memegang pensil dan duduk dengan
sikap dan posisi yang benar
-Latihan gerakan tangan
-Latihan mengeblat
-Latihan menatap bentuk tulisan
-Latihan menulis halus indah
-Latihan dikte
-Latihan melengkapi tulisan.
Demikianlah langkah-langkah pembelajaran MMP
dengan menggunakan buku dan cara berbagai macam latihan yang dapat di lakukan
oleh para siswa.
BAB III
PENUTUP
1.a.Kesimpulan
Membaca
merupakan suatu proses yang bersifat fisik dan spikologis.Proses yang bersifat
fisik berupa kegiatan mengamati tulisan secara visual.Dengan indra
visual,pembaca mengenali dan membedakan gambar-gambar bunyi beserta
kombinasinya.Sedangkan menulis adalah proses mengungkapkan gagasan,pikiran dan
perasaan dalam bentuk tulisan.
Dalam membaca permulaan ada 6 metode yang dapat di
pergunakan,antara lain:
·
Metode
abjad
·
Metode
bunyi
·
Metode
kupas rangkai suku kata
·
Metode
tata lembaga
·
Metode
global
·
Metode
SAS
Sedangkan dalam metode menulis permulaan ada 4
metode yang dapat di terapkan,antara lain:
·
Metode
eja
·
Metode
kata lembaga
·
Metode
global
·
Metode
SAS
Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar membaca dan
menulis permulaan ini terbagi ke dalam 2 tahapan sebagai berikut:
·
Pembelajaran
tanpa buku
·
Pembelajaran
dengan menggunakan buku
1.b.Saran
Hasil
penulisan ini di harapkan dapat memberikan sumbangan dalam upaya meningkatkan
mutu proses pembelajaran membaca dan menulis permulaan di kelas rendah.
DAFTAR PUSTAKA
kamu yaaa cakep aja ?????
BalasHapusPlay Baccarat in Online Poker for Real Money at The Graton
BalasHapusThe online casino choegocasino offers both beginners and pros, so you'll enjoy a real 바카라 사이트 cash casino experience that you'll find at online casinos where septcasino you can play with